KAJIAN PENGARUH METODE GRIDDING TERHADAP HASIL PERHITUNGAN VOLUME GALIAN BATU BARA

Darmaji, Pradipto (2013) KAJIAN PENGARUH METODE GRIDDING TERHADAP HASIL PERHITUNGAN VOLUME GALIAN BATU BARA. Skripsi thesis, ITN Malang.

[img] Text
1125910.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (13MB)

Abstract

Kegiatan tambang batu bara memerlukan berbagai disiplin ilmu, salah satunya Geodesi. Dalam kegiatan penambangan ini, ilmu Geodesi berperan sanget vital, terutama dalam kegiatan pemetaan hingga perhitungan volume galian batu bara. Pada proses perhitungan volume galian batu bara, dapat diproses menggunakan metode gridding. Penelitian ini meneliti tentang perhitungan volume menggunakan tiga metode gridding yang berbeda yaitu metode Inverse Distance To A Power, Kriging, dan Local Polynommial. Data yang digunakan berupa tiga data XYZ hasil pengukuran sebelum dan sesudah galian di tiga seam yang berbeda. Tiap data dihitung volumenya menggunakan tiga metode gridding yang berbeda pada software Surfer 11. Hasil dari tiga metode tersebut dibandingkan dengan perhitungan secara manual yang dianggap benar. Hasil perbandingan perhitungan volume menggunakan metode Inverse Disatance To A Power dengan perhitungan secara manual yang dianggap benar pada seam I sebesar -20,22663255 m², seam II sebesar -51,2127815 m³, seam III sebesar -27,4197466 m³. Perbandingan pada perhitungan volume menggunakan metode Kriging dengan perhitungan secara manual yang dianggap benar pada seam I sebesar -1,3199752 m³, seam II sebesar -3,6064107 m³, seam III sebesar -4,68642909 m². Sedangkan perbandingan perhitungan volume menggunakan metode Local Polynomial dengan perhitungan secara manual yang dianggap benar pada seam I sebesar +9,90116200 m³, seam II sebesar +24,25749502 m³, seam III sebesar +10,3013454 m³. Dilihat dari selisih perbandingan, metode Kriging merupakan yang paling sedikit nilai selisihnya. Jika dilihat dari nilai residual pada roof dan floor, metode Kriging memiliki nilai yang paling kecil dibandingkan metode yang lain. Pada seam I nilai residual roof sebesar 0,012062, dan floor sebesar 0,01209. Pada seam II nilai residual roof sebesar 0,017747, dan floor sebesar 0,026716. Pada seam III nilai residual roof sebesar 0,01659769, dan floor sebesar 0,05951912. Dari analisis visual 3D wireframe dan konturnya, metode Kriging memiliki tampilan permukaan yang paling masuk akal, oleh karena itu pada penelitian ini disimpulkan bahwa metode Kriging yang paling cocok digunakan dibandingkan metode Inverse Distance To A Power dan Local Polynomial. Kata kunci: Volume, Metode Inverse Distance To A Power, Metode Kriging. Metode Local Polynomial

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pradipto Darmaji (1125910)
Uncontrolled Keywords: Volume, Metode Inverse Distance To A Power, Metode Kriging. Metode Local Polynomial
Subjects: Engineering > Geodesy Engineering
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Geodesi S1 > Teknik Geodesi S1(Skripsi)
Depositing User: septiani rosyidah
Date Deposited: 17 Jan 2023 00:51
Last Modified: 17 Jan 2023 00:51
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/10001

Actions (login required)

View Item View Item