ANALISIS TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Historiawan, Hatma Styagraha Putra (2018) ANALISIS TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. Skripsi thesis, itn malang.

[img] Text
skripsi hatma.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (87MB) | Request a copy

Abstract

Kawasan pesisir selatan Yogyakarta merupakan wilayah yang termasuk dalam zona tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, kondisi ini menyebabkan kawasan tersebut menjadi kawasan seismik aktif dengan frekuensi kegempaan yang sangat tinggi dan dapat berpotensi tsunami. Bencana seperti ini tidak dapat dihindari namun risiko yang disebabkan dapat diminimalkan dengan melakukan suatu pencegahan. Salah satu caranya dengan mengetahui risiko terhadap bencana tsunami sehingga dapat dilakukan mitigasi untuk meminimalisir adanya korban jiwa yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis daerah yang terdampak genangan (inundasi) akibat dari tsunami dengan skenario variasi ketinggian gelombang tsunami dan pembuatan peta kerentanan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah pemodelan bahaya tsunami berdasarkan rumus Berryman. Sedangkan dalam pembuatan peta kerentanan berdasarkan peraturan BNPB No.2 Tahun 2012 dengan metode skoring. Dari kedua parameter tersebut pada akhirnya dapat menghasilkan peta tingkat risiko tsunami di pesisir Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil potensi luasan genangan (inundasi) menunjukan bahwa semakin tinggi skenario gelombang tsunami maka akan semakin luas pula genangan yang ditimbulkan. Pada skenario paling tinggi yaitu 15 meter terklasifikasi dalam tingkat bahaya rendah seluas 451.68 Ha, bahaya sedang seluas 211.136 Ha dan bahaya tinggi seluas 863.12 Ha dengan total luas genangan 1525.93 Ha (56.65 %) dari total luas area penelitian. Hasil yang diperoleh dari penaksiran kerentanan menunjukan bahwa Desa Tirtomulyo dan Donotirto memiliki kerentanan paling tinggi diantara Desa lainnya. Pada tingkat risiko tsunami, Desa Parangtritis memiliki luas risiko paling tinggi dengan luas risiko total 766.06 Ha (28.44%) dari total luas area penelitian dengan tingkat risiko rendah seluas 185.31 Ha, tingkat risiko sedang seluas 82.75 Ha dan tingkat risiko tinggi seluas 498 Ha. Dari hasil dengan metode Berryman dan penaksiran kerentanan dengan skoring dapat digunakan untuk melakukan prediksi terhadap bahaya tsunami dan tingkat kerentanan sehingga dari hasil tersebut dapat dilakukan analisis tingkat risiko tsunami

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG), Bencana, Tingkat Risiko Tsunami, Tingkat Kerentanan
Subjects: Engineering > Geodesy Engineering
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Geodesi S1 > Teknik Geodesi S1(Skripsi)
Depositing User: Susanti Nilasari
Date Deposited: 11 Feb 2019 03:48
Last Modified: 11 Mar 2019 02:15
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/1054

Actions (login required)

View Item View Item