PEMANTAUAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN INTERPRETASI CITRA DAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM ( DSAS ) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Kulon Progo)

Winasis, Esa Angger (2018) PEMANTAUAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN INTERPRETASI CITRA DAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM ( DSAS ) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Kulon Progo). Skripsi thesis, ITN MALANG.

[img] Text
JURNAL SKRIPSI.pdf

Download (708kB)
[img] Text
SKRIPSI FULL DRAFT.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Perubahan garis pantai di Kabupaten Kulon Progo terjadi disebabkan oleh proses abrasi dan akresi yang terpicu karena aktivitas manusia dan alam yang intensif di wilayah pesisir. Penambangan pasir besi dan pembangunan bandara menjadi penyebab paling utama ditambah dengan faktor iklim di daerah pesisir Kabupaten Kulon Progo. Abrasi dan Akresi terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo sehingga garis pantai mengalami perubahan. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh sebagai kajian yang cepat untuk mendeteksi perubahan garis pantai Kabupaten Kulon Progo dengan menggunakan citra Landsat 8 tahun 2014-2017 sebagai data primer. Informasi garis pantai diperoleh menggunakan metode rationing untuk memisahkan batas air dan darat. Informasi garis pantai tahun 2014 digunakan sebagai titik awal pengamatan perubahan garis pantai atau Baseline dan informasi garis pantai tahun 2014-2017 dihitung laju perubahannya. Perhitungan laju perubahan garis pantai menggunakan perangkat lunak Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil penelitian menunjukan terjadi perubahan garis pantai baik abrasi maupun akresi di setiap kecamatan yang berada di pesisir Kabupaten Kulon Progo. Perubahan yang terjadi memiliki nilai abrasi dan akresi yang maksimum dan minimum. Pada Kecamatan Wates garis transek 573 memiliki nilai abrasi maksimum dengan nilai 55,5 m dan Kecamatan Panjatan pada transek 419 memiliki nilai abrasi minimum 0,1 m. Garis transek 525 di Kecamatan Wates memiliki nilai akresi maksimum yaitu -67,3 m dan transek 80 di Kecamatan Galur memiliki nilai akresi minimum yaitu -0,1 m. Manfaat yang dicapai dalam penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai perubahan perhitungan garis pantai dengan menggunakan Digital Shoreline Analysis System dan mampu memberikan informasi mengenai perubahan garis pantai di pesisir Kabupaten Kulon Progo. Kata Kunci : garis pantai, DSAS, Kabupaten Kulon Progo, Abrasi, Akresi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : garis pantai, DSAS, Kabupaten Kulon Progo, Abrasi, Akresi
Subjects: Engineering > Geodesy Engineering
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Geodesi S1 > Teknik Geodesi S1(Skripsi)
Depositing User: Susi Rahmania
Date Deposited: 11 Feb 2019 03:34
Last Modified: 11 Mar 2019 03:21
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/1077

Actions (login required)

View Item View Item