Lale, Christover Pemuda Milenio (2024) STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN PADA PRODUKSI PERTANIAN BUAH NAGA DI DESA WONOREJO KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
|
Text
LAPORAN GABUNGAN A5.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN PADA PRODUKSI PERTANIAN BUAH NAGA DI DESA WONOREJO, KECAMATAN LAWANG, KABUPATEN MALANG ABSTRAK Desa Wonorejo yang berada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Merupakan salah satu Wilayah di Kecamatan Lawang yang memiliki potensi bagus dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya pada pertanian hortikultura. Desa Wonorejo merupakan penyumbang hasil pertanian terbesar di Kecamatan Lawang khususnya pada pertanian hortikultura. Pada Tahun 2010 hingga tahun 2015 merupakan masa kejayaan pada pertanian buah naga di Desa Wonorejo. Pada masa kejayaannya pertanian buah naga di Desa Wonorejo sukses mengembangkan usaha pertanian ini dan setiap harinya permintaan pembeli cukup tinggi, hingga pada saat itu pertanian buah naga di Desa Wonorejo mendapatkan julukan Pesantren Naga . Menurut PDRB Kecamatan Lawang, peningkatan ini belum terbilang stabil karena pada tahun 2010 – 2015 pertanian buah naga dapat menghasilkan 35 Ton/Ha dalam satu tahun dan pada tahun 2018 – 2022 hanya menghasilkan 40,5 Ton/Ha. Penelitian in bertujuan untuk merumuskan terkait strategi pengembangan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian buah naga, guna meningkatkan nilai tambah pada hasil produksi pertanian buah naga. Kata Kunci : Pengembangan, Infrastruktur Pertanian, Pertanian Buah Naga, Proses Produksi DEVELOPMENT STRATEGY OF AGRICULTURAL INFRASTRUCTURE IN DRAGON FRUIT FARMING IN iv DESA WONOREJO, KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG ABSTRACT Wonorejo Village, located in Lawang Subdistrict, Malang Regency, is one of the areas in Lawang Subdistrict with significant potential for developing the agricultural sector, especially horticulture. Wonorejo Village contributes significantly to agricultural yields in Lawang Subdistrict, particularly in horticulture. The period from 2010 to 2015 marked the heyday of dragon fruit farming in Wonorejo Village. During this peak period, dragon fruit farming successfully thrived, meeting high daily demand from buyers, earning Wonorejo Village the nickname "Dragon Sanctuary." According to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Lawang Subdistrict, the growth has not been entirely stable, as from 2010 to 2015, dragon fruit farming yielded 35 tons/ha annually, while from 2018 to 2022, it only produced 40.5 tons/ha. This study aims to formulate strategies for developing agricultural infrastructure to enhance dragon fruit farming production, thereby increasing the value-added to dragon fruit agricultural outputs. Keywords: Development, Agricultural Infrastructure, Dragon Fruit Farming, Production Process
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Development, Agricultural Infrastructure, Dragon Fruit Farming, Production Process |
| Subjects: | Engineering > Area Planing Engineering (PWK) |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S1 > Teknik Perencanaa Wilayah dan Kota (PWK)(Skripsi) |
| Depositing User: | Ms Nunuk Yuli |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 06:49 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 06:49 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/15535 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
