PERENCANAAN LINE BALANCING DENGAN METODE REGION APPROACH DAN RANK POSITIONAL WEIGHT GUNA MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI DI PT.CAKRA GUNA CIPTA MALANG

Sanjaya, Erlin Trisna (2017) PERENCANAAN LINE BALANCING DENGAN METODE REGION APPROACH DAN RANK POSITIONAL WEIGHT GUNA MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI DI PT.CAKRA GUNA CIPTA MALANG. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
1513902.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Keseimbangan lintasan dan aliran produksi memegang peranan penting dalam memenuhi target produksi yang direncanakan. Dilakukan pengaturan dan penyeimbangan lintasan produksi diharapkan seluruh stasiun kerja dapat berjalan dengan kecepatan yang seimbang tiap stasiunnya sehingga dapat meningkatkan efisiensi tiap stasiun kerja dan mengurangi balance delay serta dapat mengeluarkan output produksi sesuai target yang telah ditetapkan. PT. Cakra Guna Cipta Malang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi rokok sigaret kretek mesin (SKM). Dalam proses produksinya dimulai dari pengadaan bahan baku berupa tembakau hingga diproduksi menjadi rokok SKM. Dalam aliran proses produksinya tersebut terdapat lintasan produksi yang tidak seimbang yang dapat menimbulkan masalah pada efisiensi produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Pemecahan masalah yang dihadapi perusahaan ini adalah dengan menggunakan metode line balancing yaitu metode region approach dan rank positional weight. Dari pengukuran langsung dengan menggunakan stopwatch diperoleh waktu proses tiap-tiap operasi yang kemudian diolah untuk didapatkan waktu baku tiap-tiap operasi tersebut. Selanjutnya diolah dengan menggunakan metode region approach dan rank positional weight yang bertujuan untuk memperbaiki lintasan produksi awal. Analisa dilakukan untuk membandingkan kondisi awal dengan kondisi setelah penerapan metode line balancing pada perusahaan yang meliputi balance delay, efisiensi sistem, output produksi dan jumlah stasiun kerja. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, pengelompokan operasi kerja sebagai rencana keseimbangan lintasan dalam proses produksi dapat meningkatkan jumlah produksi. Dari pengolahan dan analisa data ternyata metode rank positional weight memberikan hasil yang lebih optimal. Dimana didapatkan pengelompokan operasi kerja yang semula berjumlah 6 stasiun kerja menjadi 5 stasiun kerja, penurunan balance delay yang semula 56,96% menjadi 10,225% sehingga terjadi penurunan balance delay sebesar 46,375%, terjadi peningkatan efisiensi sistem dari 43,04% menjadi 89,775%. Sehingga terjadi peningkatan efisiensi sistem pada lintasan produksi sebesar 46,375%, dan juga yang terpenting adalah terjadi peningkatan output produksi yang semula 1.612.800 batang/ hari menjadi 2.860.800 batang/ hari, sehingga terjadi peningkatan output produksi sebesar 1.247.200 batang/ hari sehingga persentase kenaikannya adalah sebesar 43,61 %.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Erlin Trisna Sanjaya (1513902)
Uncontrolled Keywords: Line Balancing, Balance Delay, Efisiensi Sistem, Output Produksi
Subjects: Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri S1 > Teknik Industri S1 (Skripsi)
Depositing User: Handoyo Eka
Date Deposited: 27 Nov 2025 05:42
Last Modified: 27 Nov 2025 05:42
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/15593

Actions (login required)

View Item View Item