ANALISIS PENGARUH KECEPATAN MOTOR DAN KOMPOSISI MINYAK ESENSIAL TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI DUPA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 9 KG

YASA, I MADE SANGGING SULANTARA (2026) ANALISIS PENGARUH KECEPATAN MOTOR DAN KOMPOSISI MINYAK ESENSIAL TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI DUPA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 9 KG. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
2211042_I MADE SANGGING SULANTARA YASA.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Produksi dupa pada industri rumah tangga masih menghadapi berbagai kendala, seperti jumlah produksi yang belum optimal, tingginya sisa bahan, meningkatnya cacat retakan, serta waktu pembakaran yang relatif singkat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pengaturan kecepatan putaran motor dan komposisi minyak esensial yang digunakan dalam proses pencetakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putaran motor dan persentase minyak esensial terhadap kuantitas dan kualitas produksi dupa serta menentukan kondisi operasi yang paling optimal. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mesin pembuat dupa otomatis dengan kapasitas produksi 9 kg. Variasi kecepatan motor yang digunakan yaitu 400 (rpm), 500 (rpm), dan 600 (rpm), sedangkan variasi komposisi minyak esensial sebesar 5%, 10%, dan 15% dari total massa adonan. Parameter yang diamati meliputi jumlah produksi, waktu penyelesaian produksi, sisa bahan, persentase cacat retakan, dan waktu pembakaran dupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan motor dari 400 (rpm) menjadi 600 (rpm) mampu meningkatkan jumlah produksi rata-rata sebesar 46,96%, mempercepat waktu penyelesaian produksi sebesar 22,25%, serta menurunkan sisa bahan sebesar 25,51%. Namun, peningkatan kecepatan juga menyebabkan persentase cacat retakan meningkat hingga 83,02%. Penambahan minyak esensial dari 5% menjadi 15% mampu meningkatkan waktu pembakaran dupa sebesar 13,55%, tetapi menurunkan kestabilan adonan sehingga jumlah produksi berkurang dan sisa bahan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi kecepatan motor 500 (rpm) dan komposisi minyak esensial 10% merupakan kondisi operasi yang paling optimal karena menghasilkan keseimbangan terbaik antara kuantitas dan kualitas produksi, dengan jumlah produksi 82,00%, waktu penyelesaian produksi 58,13 menit, sisa bahan 12,00%, cacat retakan 1,56%, dan waktu pembakaran 73,34 menit.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: I MADE SANGGING SULANTARA YASA (2211042)
Uncontrolled Keywords: mesin pembuat dupa otomatis, kecepatan motor, minyak esensial, kuantitas produksi, kualitas produksi
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: I Made Sangging Sulantara Yasa
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:21
Last Modified: 12 Aug 2026 03:21
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16388

Actions (login required)

View Item View Item