Darenoh, Phillip Zuriel Marious (2026) PENGARUH VARIASI WAKTU PEMANASAN TERMAL SUHU RENDAH (200℃ PERMUKAAN REAKTOR) TERHADAP YIELD CAIRAN TERKONDENSASI, NILAI KALOR, DAN YIELD CHAR PLASTIK DAUR ULANG POLIPROPILENA (PP) SKALA LABORATORIUM. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
|
Text
2211032_PHILLIP ZURIEL M.D.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Permasalahan limbah plastik Polipropilena (PP) di Indonesia terus meningkat seiring tingginya konsumsi plastik. Plastik PP yang sulit terurai memerlukan penanganan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi waktu pemanasan termal terhadap Yield cairan terkondensasi, nilai kalor, dan Yield char plastik PP pada suhu permukaan reaktor 200℃ menggunakan reaktor batch skala laboratorium. Perlu dicatat bahwa 200℃ yang diukur pada permukaan luar reaktor berada di bawah rentang dekomposisi termal PP (300-500℃), sehingga mekanisme yang dominan adalah pelelehan dan volatilisasi komponen aditif, bukan pemutusan rantai polimer (pirolisis sejati). Suhu internal reaktor diperkirakan berada pada rentang 120-150℃. Variasi waktu pemanasan yang digunakan yaitu 60, 90, dan 120 menit dengan massa umpan 500 gram dan tiga kali pengulangan pada setiap variasi. Pengujian nilai kalor dilakukan menggunakan bomb calorimeter di Laboratorium Departemen Kimia Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemanasan memengaruhi distribusi produk secara non-linear. Yield cairan terkondensasi tertinggi diperoleh pada waktu pemanasan 120 menit sebesar 57,8-59,8%, sedangkan Yield char menurun seiring bertambahnya waktu pemanasan dari ±40% (60 menit) menjadi ±31% (120 menit). Nilai kalor tertinggi diperoleh pada waktu pemanasan 60 menit sebesar 13.071,450 kal/gram dan cenderung menurun pada waktu pemanasan yang lebih lama, meskipun seluruh nilai masih lebih tinggi dibandingkan bahan bakar solar konvensional (10.000-11.000 kal/gram). Durasi pembakaran tertinggi diperoleh pada waktu pemanasan 90 menit (2 menit 33 detik), diikuti 60 menit (2 menit 19 detik), dan terendah pada 120 menit (2 menit 15 detik). Nilai kalor yang diperoleh lebih tinggi dari literatur pirolisis suhu tinggi (40-46 MJ/kg) dan memerlukan validasi lebih lanjut terhadap prosedur kalibrasi alat. Berdasarkan hasil penelitian, waktu pemanasan 120 menit merupakan kondisi terbaik untuk memaksimalkan Yield cairan terkondensasi dari plastik PP pada suhu permukaan reaktor 200℃ dalam rentang waktu yang diuji. Cairan hasil pemanasan termal berpotensi dikaji lebih lanjut sebagai bahan bakar alternatif, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan suhu internal yang terukur langsung dan rentang suhu yang mencapai kondisi pirolisis sejati (350-500℃)
| Item Type: | Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Phillip Zuriel Marious Darenoh (2211032) |
| Uncontrolled Keywords: | pemanasan termal suhu rendah, plastik polipropilena (PP), variasi waktu pemanasan, Yield cairan terkondensasi, nilai kalor, Yield char, reaktor batch |
| Subjects: | Engineering > Mechanical Engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi) |
| Depositing User: | Phillip Zuriel Marious Darenoh |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 04:24 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 04:24 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
