ANALISIS PENGARUH VOLUME RUANG PENGERING TERHADAP MOISTURE RATIO, EFISIENSI PENGERINGAN, DAN KAPASITAS PRODUKSI GABAH PA D A S O L A R B U B B L E D RY E R DENGAN VARIASI MASSA 4 KG DAN 6 KG SERTA WAKTU PENGERINGAN 120 MENIT

BASUKI, FANI RENDRA PUTRA (2026) ANALISIS PENGARUH VOLUME RUANG PENGERING TERHADAP MOISTURE RATIO, EFISIENSI PENGERINGAN, DAN KAPASITAS PRODUKSI GABAH PA D A S O L A R B U B B L E D RY E R DENGAN VARIASI MASSA 4 KG DAN 6 KG SERTA WAKTU PENGERINGAN 120 MENIT. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
2211044_Fani Rendra Putra Basuki 2.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi volume ruang pengering terhadap moisture ratio, efisiensi pengeringan, dan kapasitas produksi gabah pada mesin Solar Bubble Dryer (SBD). Metode eksperimen dilakukan dengan tiga variasi volume ruang pengering (0,6 m³, 0,72 m³, dan 0,84 m³) yang diperoleh melalui variasi tinggi rangka (50 cm, 60 cm, dan 70 cm) dengan panjang dan lebar tetap (150 cm × 80 cm). Pengujian dilakukan pada dua variasi massa bahan, yaitu 4000 gram dan 6000 gram, dengan kadar air awal gabah berkisar 22–26% (wet basis). Proses pengeringan berlangsung selama 120 menit dengan pengambilan data setiap interval 30 menit. Parameter yang dianalisis meliputi moisture ratio (MR), efisiensi pengeringan, dan kapasitas produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume ruang pengering 0,6 m³ menghasilkan performa terbaik pada parameter moisture ratio dan efisiensi pengeringan, dengan penurunan MR sebesar 45,9% (dari 1,000 menjadi 0,541) dan efisiensi tertinggi sebesar 12,6% untuk massa 4000 gram serta 11,5% untuk massa 6000 gram. Hal ini disebabkan kecepatan aliran udara yang lebih tinggi dan jarak radiasi yang lebih dekat pada ruang sempit, sehingga koefisien perpindahan panas konveksi meningkat. Sebaliknya, volume ruang pengering 0,84 m³ menghasilkan kapasitas produksi tertinggi yaitu 1,038 kg/jam untuk massa 4000 gram dan 1,711 kg/jam untuk massa 6000 gram. Terdapat korelasi negatif antara efisiensi pengeringan dan kapasitas produksi, yang mengindikasikan adanya trade-off antara kualitas dan kuantitas pengeringan. Volume 0,72 m³ memberikan kompromi terbaik antara kedua aspek tersebut. Penambahan massa bahan dari 4000 gram menjadi 6000 gram meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan pada semua volume ruang pengering, dengan peningkatan terbesar pada volume 0,6 m³ (naik 68,2%). Penelitian ini merekomendasikan pemilihan volume ruang pengering berdasarkan prioritas kebutuhan: volume 0,6 m³ untuk kualitas pengeringan terbaik, volume 0,84 m³ untuk kapasitas produksi maksimum, dan volume 0,72 m³ untuk kompromi optimal antara kualitas dan kuantitas.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: FANI RENDRA PUTRA BASUKI (2211044)
Uncontrolled Keywords: Solar Bubble Dryer, volume ruang pengering, moisture ratio, efisiensi pengeringan, kapasitas produksi, gabah
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: Fani Rendra Putra Basuki
Date Deposited: 19 Aug 2026 13:29
Last Modified: 19 Aug 2026 13:29
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16434

Actions (login required)

View Item View Item