Sari, Sinta (2026) Eduwisata Pelestarian PETA di Kota Blitar. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
|
Text
2222006_COVER.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (3MB) |
|
|
Text
2222006_BAB I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (6MB) |
|
|
Text
2222006_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
2222006_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
2222006_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
2222006_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text
2222006_BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
2222006_BAB VII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
2222006_DAFTAR PUSTAKA.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (131kB) |
|
|
Text
2222006_LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Derasnya arus informasi, perkembangan budaya instan, serat penyebaran informasi yang tidak utuh dan akurat melalui media sosial menjadi sebuah tantangan bagi generasi muda dalam mendapatkan informasi mengenai pemahaman tentang sejarah. Akibatnya pembelajaran sejarah dianggap tua dan monoton. Ditambah dengan pembelajaran sejarah yang satu arah dan di tuntut untuk menghafal, menyebabkan sejarah dianggap kurang relevan dengan kehidupan generasi muda. Hal tersebut menyebabkan minat belajar dan kemampuan berfikir kritis menjadi rendah. Kondisi tersebut menjadi semakin penting dalam mengenalkan sejarah pada generasi sekarang, salah satunya sejarah pemberontakan PETA. Peristiwa tersebut terjadi di Kota Blitar dan merupakan sebuah bagian sejarah perjuangan bangsa. Kota Blitar memiliki sebuah kawasan penting yang memiliki kaitannya dengan sejarah pemberontakan PETA yaitu kawasan kompleks sekolah yang merupakan bangunan cagar budaya bekas asrama PETA. Kawasan tersebut dikembangkan menjadi sebuah kawasan heritage melalui berbagai revitalisasi area. Berdasarkan kondisi tersebut, perancangan sebuah eduwisata yang berkaitan dengan PETA dapat menghadirkan sebuah fasilitas yang mampu menyatukan antara fungsi edukasi dan wisata. Eduwisata pelestarian PETA dirancang sebagai pelengkap kawasan yang di kembangkan sekaligus sebagai media untuk mendokumentasikan, menyampaikan dan melestarikan nilai perjuangan kepada semua kalangan terutama generasi muda sekarang. Eduwisata pelestarian PETA dirancang untuk mendorong keterlibatan secara aktif pengguna melalui banyak kegiatan wisata yang edukatif. Selain itu, perancangan eduwisata juga melibatkan teknologi digital dalam penyampaian informasi agar terlihat lebih menarik dan mampu meningkatkan pemahaman mengenai sejarah kepada generasi muda sekarang tentang nilai perjuangan dan pengorbanan. Perancangan eduwisata pelestarian PETA menggunakan sebuah metode perancangan Pattern Based Framework dengan mengidentifikasi pola lingkungan sekitar baik dalam pola ruang maupun prinsip bangunan yang diambil dari beberapa preseden dari lingkungan sekitar. Serta pertimbangan bentuk bangunan dikawasan sekitar tapak yang merupakan yang merupakan kawasan heritage, sehingga perancangan mengambil sebuah pendekatan atau tema arsitektur kolonial. Arsitektur kolonial ini ditunjukan dalam tiap elemen bangunan yang kemudian di kondisi sesuai fungsi dan iklim. Konsep perancangan yang ada mencakup pengolahan tapak, bentuk, ruang, struktur dan utilitas dengan pembagian zona dalam satu area. Selain itu juga terdapat penataan tapak sebagai area luar dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan sirkulasi. Dengan demikian, perancangan Eduwisata Pelestarian PETA menjadi sebuah upaya untuk menjawab rendahnya pemahaman sejarah bagi generasi muda sekarang dengan melalui penyediaan fasilitas wisata yang edukatif dengan konteks digital maupun konvensional. Perancangan Eduwisata Pelestarian PETA mengusung tema kolonial dengan metode Pattern Based Framework menyatukan kawasan sebagai pelengkap kawasan heritage dengan kebutuhan edukasi yang diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik, serta menumbuhkan kesadaran mengenai sejarah dan semangat nasionalisme pada generasi muda sekarang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Sinta Kurniya Sari (2222006) |
| Uncontrolled Keywords: | Eduwisata, PETA, Kota Blitar, Arsitektur Kolonial, Pattern Based Framework |
| Subjects: | Engineering > Architectural Engineering |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Arsitektur S1 > Teknik Arsitektur S1(Skripsi) |
| Depositing User: | Sinta Kurniya Sari |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 05:08 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 05:08 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16567 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
