Afandinata, Lalu (2026) PEMETAAN DAN KEBERLANJUTAN RUANG BUDAYA RITUAL BEBANGAR DI DESA BAREJULAT, KECAMATAN JONGGAT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
Abstract
Ritual Bebangar merupakan praktik budaya masyarakat Sasak yang dilakukan sebelum pemanfaatan atau perubahan suatu bidang tanah, seperti pembangunan rumah atau bangunan, penggalian sumur, dan pembukaan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan memetakan dan memahami ruang budaya ritual Bebangar di Desa Barejulat melalui identifikasi karakteristik ritual, analisis pola dan struktur spasial, serta kajian faktor pendukung dan penghambat keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, place-centered behavioral mapping, pemetaan partisipatif, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, spasial, dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang budaya Bebangar bersifat temporal dan relasional karena terbentuk selama prosesi melalui hubungan antara tempat, waktu, aktivitas, pelaku, media, dan nilai budaya. Pada kasus pembangunan, ditemukan pola terpusat yang dapat dibaca secara rinci melalui observasi langsung pada pembangunan klinik dan dikonfirmasi secara retrospektif pada tujuh kasus pembangunan lainnya. Pada penggalian sumur, rekonstruksi spasial menunjukkan indikasi pola eksploratif menuju terpusat, sedangkan pada pertanian keterkaitan ritual hanya dapat ditelusuri secara historis sehingga struktur spasial internalnya belum dapat diidentifikasi. Keberlanjutan Bebangar menunjukkan bahwa nilai, sebagian pelaksanaan, serta dukungan pelaku dan komunitas masih bertahan dan mengalami penyesuaian, tetapi pengetahuan teknis dan spasial masih terkonsentrasi pada sejumlah kecil pelaku dan belum diwariskan secara merata kepada generasi muda. Dengan demikian, Bebangar masih hidup pada nilai dan sebagian pelaksanaan, adaptif pada bentuk, tetapi rentan pada pewarisan pengetahuan teknis dan spasial. Dalam konteks Perencanaan Wilayah dan Kota, keteraturan spasial Bebangar lebih jelas terbaca pada skala tapak dan belum ditemukan bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa keteraturan tersebut membentuk pola permukiman atau pola pemanfaatan ruang Desa Barejulat. Oleh karena itu, ruang budaya Bebangar dapat dipahami sebagai informasi sosial-budaya yang berkaitan dengan proses pemanfaatan ruang dan keberlanjutan pengetahuan lokal. Kata Kunci: Bebangar; ruang budaya; pola spasial; keberlanjutan budaya; pengetahuan lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Lalu Sudirfan Afandinata (2224044) |
| Uncontrolled Keywords: | Bebangar; ruang budaya; pola spasial; keberlanjutan budaya; pengetahuan lokal |
| Subjects: | Engineering > Area Planing Engineering (PWK) |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S1 > Teknik Perencanaa Wilayah dan Kota (PWK)(Skripsi) |
| Depositing User: | Lalu Sudirfan Afandinata Lalu Sudirfan Afandinata |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:18 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:18 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
