ANALISA KARAKTERISTIK MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PADUAN AISI 1020 HASIL PROSES PERLAKUAN PANAS HARDENING DENGAN TEMPERATUR 750℃, 850℃, 950℃ MENGGUNAKAN MEDIA QUENCHING OLI SAE 20

Riwu, Elthon Junarto Uly (2026) ANALISA KARAKTERISTIK MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PADUAN AISI 1020 HASIL PROSES PERLAKUAN PANAS HARDENING DENGAN TEMPERATUR 750℃, 850℃, 950℃ MENGGUNAKAN MEDIA QUENCHING OLI SAE 20. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
Elthon Junarto Uly Riwu - 1911047.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Baja AISI 1020 merupakan baja karbon rendah yang banyak digunakan pada berbagai komponen mesin karena memiliki sifat mudah dibentuk, mudah dilas, dan mudah dikerjakan. Salah satu metode yang banyak diterapkan adalah proses hardening yang diikuti quenching menggunakan media pendingin oli SAE 20. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur hardening 750°C, 850°C, dan 950°C dengan media quenching oli SAE 20 terhadap struktur mikro dan kekerasan permukaan baja AISI 1020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan material baja AISI 1020 yang dibentuk menjadi spesimen uji. Proses hardening dilakukan menggunakan furnace dengan holding time selama 30 menit pada masing-masing variasi temperatur, kemudian spesimen didinginkan cepat menggunakan oli SAE 20.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur hardening menyebabkan penurunan persentase fasa ferrite dan peningkatan fasa pearlite. Pada kondisi awal, kandungan ferrite rata-rata sebesar 53,24% dan pearlite sebesar 46,76%. Setelah hardening pada temperatur 750°C, ferrite menurun menjadi sekitar 42,82–43,06% dan pearlite meningkat menjadi 56,94–57,41%. Pada temperatur 850°C, ferrite turun menjadi sekitar 33,10–33,80% dengan pearlite meningkat menjadi 66,20–66,90%. Temperatur 950°C menghasilkan perubahan paling besar, yaitu ferrite sekitar 25,00–25,93% dan pearlite sekitar 74,07–75,00%. Nilai kekerasan permukaan juga mengalami peningkatan dari rata-rata 58,20 HRB pada material awal menjadi 71,16 HRB pada temperatur 750°C, 78,03 HRB pada temperatur 850°C, dan mencapai 83,80 HRB pada temperatur 950°C. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses hardening menggunakan media quenching oli SAE 20 berpengaruh signifikan terhadap struktur mikro dan kekerasan permukaan baja AISI 1020. Semakin tinggi temperatur hardening yang digunakan, semakin tinggi nilai kekerasan yang dihasilkan dan semakin besar perubahan struktur mikro yang ditunjukkan oleh menurunnya fasa ferrite serta meningkatnya fasa pearlite. Variasi temperatur 950°C menghasilkan karakteristik mekanis terbaik pada penelitian ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Elthon Junarto Uly Riwu (1911047)
Uncontrolled Keywords: Baja AISI 1020, hardening, quenching, oli SAE 20, struktur mikro, kekerasan permukaan
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: Elthon Junarto Uly Riwu
Date Deposited: 08 Oct 2026 07:21
Last Modified: 08 Oct 2026 07:21
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16756

Actions (login required)

View Item View Item