Komang, Juniawan (2026) PEMANFAATAN CITRA SENTINEL-2A DALAM MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN KEPADATAN LAHAN TERBANGUN DENGAN MENGGUNAKAN INTERPRETASI HIBRIDA TAHUN 2022 DAN 2026 (Studi Kasus : Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur). Skripsi thesis, ITN MALANG.
Abstract
Perkembangan wilayah perkotaan ditandai dengan meningkatnya luas dan kepadatan lahan terbangun yang dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, perkembangan infrastruktur, serta meningkatnya kebutuhan ruang untuk permukiman dan aktivitas perkotaan. Perubahan lahan terbangun yang berlangsung secara terus-menerus perlu diidentifikasi untuk mengetahui perubahan luasan, tingkat kepadatan, pola persebaran, dan arah perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kepadatan lahan terbangun di Kota Pasuruan tahun 2022 dan 2026 menggunakan citra Sentinel-2A dengan pendekatan interpretasi hibrida yang menggabungkan interpretasi visual, Urban Index (UI), dan Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Hasil interpretasi selanjutnya digunakan untuk menganalisis perubahan luasan, kecepatan perubahan, pola persebaran menggunakan Average Nearest Neighbor (ANN), serta arah persebaran menggunakan Standard Deviational Ellipse (SDE). Validasi dilakukan menggunakan 51 titik sampel melalui survei lapangan dan foto udara drone, sedangkan Building Coverage Ratio (BCR) digunakan sebagai data acuan dalam pengujian akurasi kepadatan lahan terbangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan terbangun meningkat dari 2.020,919 ha pada tahun 2022 menjadi 2.083,502 ha pada tahun 2026, dengan rata-rata kecepatan perubahan sebesar 15,646 ha/tahun. Berdasarkan NDBI, kelas kepadatan tinggi meningkat dari 1.761,145 ha pada tahun 2022 menjadi 1.958,144 ha pada tahun 2026. Analisis ANN menunjukkan pola persebaran lahan terbangun mengelompok (clustered) dengan nilai Nearest Neighbor Ratio sebesar 0,110 pada tahun 2022 dan 0,112 pada tahun 2026. Analisis SDE menunjukkan orientasi persebaran dominan Barat Laut–Tenggara (BL–TG), dengan rotasi sebesar 152,78° pada tahun 2022 dan 150,53° pada tahun 2026, sehingga perubahan orientasi relatif kecil. Hasil validasi menunjukkan overall accuracy UI sebesar 94,12% dengan kappa 88,62%, sedangkan NDBI memperoleh overall accuracy 94,12% dengan kappa 87,10%. Pengujian menggunakan BCR menghasilkan overall accuracy 94,12% untuk UI dan 96,08% untuk NDBI, dengan kappa masing-masing 86,86% dan 88,36%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan interpretasi hibrida menggunakan citra Sentinel-2A dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi perubahan kepadatan dan persebaran lahan terbangun di Kota Pasuruan. Kata Kunci: Interpretasi hibrida, sentinel 2-A, Kota Pasuruan, NDBI, UI, Average Nearest Neighbor (ANN).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Komang Juniawan (2225003) |
| Uncontrolled Keywords: | Interpretasi hibrida, sentinel 2-A, Kota Pasuruan, NDBI, UI, Average Nearest Neighbor (ANN). |
| Subjects: | Engineering > Geodesy Engineering |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Geodesi S1 > Teknik Geodesi S1(Skripsi) |
| Depositing User: | Komang Juniawan Komang Juniawan |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 02:11 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 02:11 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16794 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
