UPAYA PREVENTIF MEMINIMALISIR PENCURIAN KENDARAANSEPEDA MOTOR DALAM PERSPEKTIF RUANG DI KOTA BIMA

triwibowo, hendrik (2012) UPAYA PREVENTIF MEMINIMALISIR PENCURIAN KENDARAANSEPEDA MOTOR DALAM PERSPEKTIF RUANG DI KOTA BIMA. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
combinepdf(95).pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Tindak kriminal dapat terjadi diberbagai tempat, salah satunya terjadi di Kota Bima berdasarkan laporan Satuan Reserse Kriminal Resort Bima Kota tahun 2014 telah terjadi 982 kasus dimana kasus tertinggi pertama yang sering terjadi di Kota Bima adalah kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor dengan jumlah kasus 314 kasus dan tertinggi kedua kasus penganiayaan biasa dengan jumlah kasus 125 kasus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan jurisdiction. Fungsi analisis deskriptif adalah memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh, sedangkan fungsi dari analisis jurisdiction adalah suatu area yang dikuasai dan dikontrol secara temporer oleh sekelompok penduduk. Oleh karena penguasanya bersifat temporer, dimungkinkan suatu area dikuasai oleh beberapa kelompok yang berbeda. Waktu paling rawan akan tindak pencurian kendaraan bermotor pukul 24.00-06.00 WITA, sebab minimnya aktifitas warga pada jam tersebut sehingga memudahkan terjadinya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Permukiman merupakan tempat paling rawan terjadi tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor terlebih lagi pada waktu malam hari disebabkan minimnya pengawasan untuk permukiman tersebut. Pengawasan yang dimaksud adalah tidak adanya perlindungan masyarakat atau satuan pengamanan kecuali perumahan Bank Tabungan Negara (BTN) Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda yang bertugas untuk mengontrol suatu ruang.pencahayaan berpengaruh terhadap kesempatan seseorang untuk melakukan tindak kejahatan. Sebab dengan pencahayaan yang minim atau gelap membuat ruang tersebut luput dari pengawasan dan menjadi akses bagi seseorang yang ingin melakukan tindak kejahatan dalam hal ini kejahatan pencurian kendaraan bermotor, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi seseorang untuk melakukan tindak kejahatan. Jadi, diperlukannya lampu penerangan jalan untuk jalan-jalan yang masih gelap untuk memudahkan dalam pengawasan. Kata Kunci :Preventif, Curanmor, PerspektifRuang

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci :Preventif, Curanmor, PerspektifRuang
Subjects: Engineering > Civil Engineering
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Sipil S1 > Teknik Sipil S1(Skripsi)
Depositing User: Tasya Sabrilla Asihfani
Date Deposited: 25 Feb 2019 04:40
Last Modified: 13 Mar 2019 06:18
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/2394

Actions (login required)

View Item View Item