Metropolis Apartemen di Malang Tema Arsitektur Hi-Tech

arissuddin, fajar (2013) Metropolis Apartemen di Malang Tema Arsitektur Hi-Tech. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
Untitled.pdf 2.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (20MB) | Request a copy

Abstract

Dewasa ini kepadatan Kota Malang cukup mengkhawatirkan karena menembus angka 800 ribu jiwa sehingga menyebabkan ruang huni di Kota Malang menjadi sempit. Oleh karena itu pembangunan di Kota Malang tidak lagi bergerak horizontal namun vertical. Salah satu solusi untuk menangani hal ini adalah membuatkan hunian bersama yang mampu mencakup beberapa kepala rumah tangga dalam satu bangunan seperti rumah susun, apartemen dan koncominium. Maka dengan adanya tugas akhir ini saya akan membuat bangunan apartemen dengan judul Metropolis Apartemen di Malang dengan tema Arsitektur Hi-Tech untuk memenuhi tugas akhir dan memberikan satu solusi ruang huni bagi masyarakat Kota Malang maupun pendatang. Beberapa dasar yang digunakan untuk menciptakan Arsitektur Hi-Tech menurut Davies Cillin adalah mengutamakan fungsi, fleksibilitas, dan kemudahan operasional antar ruang ; Plug in fod : Suatu wadah atau fasilisator yang bisa dipasang, berupa modul-modul yang diproduksi secara massal per unit di pabrik dengan mutu dan presisi yang terkontrol ; Sistem bangunan berteknologi baru ; Penggunaan bahan-bahan yang berteknologi canggih ; Berdasarkan teknologi industry tetapi bukan hanya tradisi berarsitektur ; dan Menampilkan struktur bangunan dan bagian elektrikal utilitas bangunannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Arsitektur Hi-Tech adalah suatu rancangan arsitektur yang merajuk pada sistem rancangan terbaru (hasil pabrikasi terkini). Sehingga bangunan yang akan dirancang akan mendapatkan sistem-sistem terkini mulai dari struktur, utilitas, kenyamanan, keamanan, serta kemudahan operasional antar bangunan. Selain itu pada rancangan arsitektur Hi-Tech sendiri tidak menggunakan pabrikasi secara penuh, dikarenakan ada beberapa bagian pada bangunan tidak menggunakan modul yang sama dengan pabrikasi sehingga harus dilakukan pembuatan ditempat seperti contoh pencetakan bahan di tempat (cast in side). Selain itu Arsitektur Hi-Tech merupakan gambaran umum bagi ilmu arsitektur yang dalam proses perancangannya harus menunjukkan atau mengekspose material dari struktur dan utilitasnya (Davies Colin),namun menurut pendapat saya tidak sepenuhnya material struktur dan utilitas bangunan harus di ekspose, karena tergantung bangunan apa yang akan dirancang. Apabila bangunan tersebut dirancang berdasarkan analogi suatu benda, maka tidak selalu material struktur atau utilitas yang digunakan harus diekspose karena hal ini juga akan bisa mengurangi analogi benda tersebut terhadap bangunan itu sendiri. Metode perancangan yang digunakan yaitu bertemakan Arsitektur Hi-Tech yaitu pada perancangannya sangat menekankan pada penggunaan bahan material yang berteknologi tinggi terkini. Selain itu pada visualisasi bangunannya lebih banyak mengekspose beberapa bagian dari bangunan sebagai pencerminan Arsitektur Hi-Tech. Susunan metodologinya yaitu diawali dengan studi literature, studi banding tema dan objek sejenis, studi banding tentang Arsitektur Hi-Tech, studi banding tapak, studi banding bentuk, studi banding lapangan, observasi, interview, wawancara, documenter, dan tahap analisa dan konsep. Analisa pada tugas ini difokuskan pada fungsi ruang dan aktifitasnya karena fungsi utama bangunan tersebut adalah hunian sehingga memerlukan analisa khusus pada ruangruang yang dibutuhkan pada suatu hunian bersama. Namun bentukan juga dapat mempengaruhi kenyamanan manusia untuk menghuni bangunan tersebut sehingga bentukan juga perlu dianalisa lebih dalam karena selain sebagai estetika bangunan juga sebagai keseimbangan bangunan terhadap grafitasi bumi yang notabene selalu jadi pertimbangan penting bagi bangunan vertical. Dari beberapa paparan analisa diatas sehingga didapatkan konsep dengan mempertimbangkan bentuk dan fungsi dan juga sekaligus tema yang digunakan yaitu dengan membuat rancangan bangunan terkini untuk mendapatkan keestetikaan dan juga mampu memaksimalkan bangunan tersebut sesuai fungsinya. Bangunan yang berbentuk seperti memutar adalah salah satu bangunan yang memiliki estetika tinggi selain itu juga membantu mengurangi beban horizontal yang diberikan oleh angin sehingga bentukan tersebut yang akan digunakan sebagai konsep dasar bentuk bangunan. Karena bentukan bangunan tersebut cukup rumit maka akan diselesaikan dengan system struktur yang juga dapat digunakan sebagai pemunculan tema Hi-Tech yaitu dengan menggunakan lattice truss yang menggunakan balok dan diekspose untuk mencirikan tema tersebut. Selain menggunakan struktur lattice truss tersebut, bangunan ini akan diperkuat juga oleh CORE untuk lebih menguatkan pada gaya lateral yang diterima oleh bangunan yang sekaligus akan digunakan sebagai utilitas dalam bangunan. Untuk penutup luar bangunan tersebut menggunakan kaca one way berbentuk segitiga (agar dapat disesuaikan dengan sudutnya) sehingga penghuni mampu melihat keluar namun tidak dapat dilihat dari luar, hal ini juga akan memunculkan estetika yang cukup tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Engineering > Architectural Engineering
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Arsitektur S1 > Teknik Arsitektur S1(Skripsi)
Depositing User: Tasya Sabrilla Asihfani
Date Deposited: 26 Feb 2019 02:58
Last Modified: 08 Mar 2019 01:46
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/2438

Actions (login required)

View Item View Item