Mewujudkan Kota Tangguh dan Berketahanan Melalui Peningkatan Kualitas Tata Ruang

Endarwati, Maria Christina and Imaduddina, Annisaa Hamidah and Widodo, Widiyanto Hari Subagyo and Fitria, Lulu Mari and Giffari, Rizki Adriadi (2016) Mewujudkan Kota Tangguh dan Berketahanan Melalui Peningkatan Kualitas Tata Ruang. Direktorat Jenderal Tata RuangKementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Malang. ISBN 978-602-74222-4-7

[img] Text
Buku-2 Mewujudkan Kota Tangguh dan Peningkatan Tata Ruang-DES 2016-1.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Mewujudkan Kota Tangguh dan Berketahanan Melalui Peningkatan Kualitas Tata Ruang.pdf

Download (14MB)
[img] Text
mewujudkan kota tanguh.PDF

Download (446kB)

Abstract

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang menegaskan bahwa penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana diperlukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kehidupan dan penghidupan. Untuk semakin memantapkan peran dan fungsi penataan ruang dalam pengurangan resiko bencana akibat perubahan iklim, maka diperlukan adanya kebijakan dan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim bidang penataan ruang yang adaptif dan responsif. Berdasarkan hasil analisis awal, terdapat 7 (tujuh) kota di Indonesia yang termasuk dalam 136 (seratus tiga puluh enam) lokasi prioritas Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, dan sekaligus termasuk dalam kategori 50 (lima puluh) wilayah ter-rentan perubahan iklim dalam Rencana Aksi Nasional – Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) 2014. Kota tersebut adalah: Kota Bandung, Surabaya, Bogor, Depok, Tangerang, Malang, dan Balikpapan. Tujuh kota ini dapat dipertimbangkan sebagai kota-kota prioritas di Indonesia untuk didorong menjadi kota tangguh bencana dan berketahanan perubahan iklim (Resilient City). Di Tahun Anggaran 2016 Direktorat Jenderal Tata Ruang cq. Direktorat Penataan Kawasan melakukan Kegiatan Peningkatan Kualitas Tata Ruang untuk Mewujudkan Kota Tangguh Bencana dan Berketahanan Perubahan Iklim, yang dimulai dengan menilai tingkat ketangguhanan bencana dan ketahanan perubahan iklim pada kota-kota prioritas tersebut. Hasil penilaian yang dilakukan akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan dan/atau penyempurnaan rencana aksi (action plan) untuk mewujudkan Resilient City, yang selanjutnya perlu diintegrasikan ke dalam rencana tata ruang wilayah kota. Buku ini merupakan buku kedua dari serangkaian buku yang menjelaskan metode yang digunakan, mulai dari penyusunan peta kawasan rawan bencana, perumusan program terkait pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim serta pengintegrasian program ke dalam tata ruang. Diharapkan buku ini dapat menjadi salah satu referensi untuk mengintegrasikan program yang bersifat sektoral ke dalam tata ruang. Sehingga mampu meningkatkan kualitas tata ruang guna menuju ketangguhan kota.

Item Type: Book
Subjects: Engineering > Area Planing Engineering (PWK)
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S1
Depositing User: Mr Sayekti Aditya Endra
Date Deposited: 16 Sep 2020 01:52
Last Modified: 09 Jul 2021 03:10
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/5067

Actions (login required)

View Item View Item