FAIZAL, ALVIEANO GERADLY (2026) EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL DAN PREDIKSI KERUGIAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS. In: Skripsi, Sidoarjo. (Unpublished)
|
Text
2021135_COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
2021135_BAB I.pdf Download (655kB) |
|
|
Text
2021135_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
2021135_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (522kB) | Request a copy |
|
|
Text
2021135_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
2021135_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) | Request a copy |
|
|
Text
2021135_DAFTAR PUSAKA.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
2021135_LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
2021135_JURNAL.pdf Download (852kB) |
Abstract
Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan umum yang sering terjadi di berbagai kawasan, termasuk di persimpangan frontage Gedangan Sidoarjo yang melibatkan aktivitas stasiun dan kawasan industri, dengan salah satu titik kritis berada di Simpang Frontage Gedangan Sidoarjo sebagai pertemuan Jl. Frontage Gedangan Utara dan Jl. Frontage Gedangan Selatan, di mana kondisi tersebut menimbulkan tundaan lalu lintas yang berdampak pada meningkatnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK), khususnya Biaya Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BiBBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada simpang tersebut serta mengestimasi kerugian biaya akibat kemacetan dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan pemodelan lalu lintas melalui perangkat lunak VISSIM 25, di mana perhitungan konsumsi bahan bakar mengacu pada metode LAPI-ITB dan hubungan antara tundaan serta BiBBM dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis PKJI 2023 menunjukkan tundaan rata-rata simpang pada pendekatan Utara, Timur, dan Barat masing-masing sebesar 153 det/smp, 69 det/smp, dan 43 det/smp dengan tingkat pelayanan berturut-turut F, F, dan D, sementara hasil simulasi VISSIM 25 menunjukkan tundaan rata-rata sebesar 135 det/smp pada pendekatan utara (LOS F), 69 det/smp pada pendekatan timur (LOS F), dan 69 det/smp pada pendekatan selatan (LOS F). Kerugian ekonomi akibat tundaan lalu lintas mencapai Rp891.383,74 per jam, Rp7.131.069,90 per hari, Rp185.407.817,39 per bulan, dan Rp2.260.549.158,21 per tahun, serta hasil analisis regresi linear menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara tundaan dan biaya konsumsi bahan bakar minyak dengan koefisien korelasi sebesar 0,9529, yang menegaskan bahwa peningkatan tundaan berimplikasi signifikan terhadap besarnya kerugian ekonomi akibat kemacetan. Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan umum yang sering terjadi di berbagai kawasan, termasuk di persimpangan frontage Gedangan Sidoarjo yang melibatkan aktivitas stasiun dan kawasan industri, dengan salah satu titik kritis berada di Simpang Frontage Gedangan Sidoarjo sebagai pertemuan Jl. Frontage Gedangan Utara dan Jl. Frontage Gedangan Selatan, di mana kondisi tersebut menimbulkan tundaan lalu lintas yang berdampak pada meningkatnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK), khususnya Biaya Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BiBBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada simpang tersebut serta mengestimasi kerugian biaya akibat kemacetan dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan pemodelan lalu lintas melalui perangkat lunak VISSIM 25, di mana perhitungan konsumsi bahan bakar mengacu pada metode LAPI-ITB dan hubungan antara tundaan serta BiBBM dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis PKJI 2023 menunjukkan tundaan rata-rata simpang pada pendekatan Utara, Timur, dan Barat masing-masing sebesar 153 det/smp, 69 det/smp, dan 43 det/smp dengan tingkat pelayanan berturut-turut F, F, dan D, sementara hasil simulasi VISSIM 25 menunjukkan tundaan rata-rata sebesar 135 det/smp pada pendekatan utara (LOS F), 69 det/smp pada pendekatan timur (LOS F), dan 69 det/smp pada pendekatan selatan (LOS F). Kerugian ekonomi akibat tundaan lalu lintas mencapai Rp891.383,74 per jam, Rp7.131.069,90 per hari, Rp185.407.817,39 per bulan, dan Rp2.260.549.158,21 per tahun, serta hasil analisis regresi linear menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara tundaan dan biaya konsumsi bahan bakar minyak dengan koefisien korelasi sebesar 0,9529, yang menegaskan bahwa peningkatan tundaan berimplikasi signifikan terhadap besarnya kerugian ekonomi akibat kemacetan.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Paper) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Biaya Operasional Kendaraan (BOK), PKJI 2023, Vissim 23, Kemacetan,dan Konsumsi bahan bakar minyak (BBM). |
| Subjects: | Engineering > Civil Engineering |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Sipil S1 > Teknik Sipil S1(Skripsi) |
| Depositing User: | ALVIEANO GERALDY FAIZAL |
| Date Deposited: | 18 May 2026 04:19 |
| Last Modified: | 18 May 2026 04:19 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16217 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
