SAPUTRA, MUHAMMAD RIZKI (2026) PENGARUH ASAM FOSFAT DAN TEMPERATUR PADA PEMURNIAN MINYAK KELAPA TERHADAP KUALITAS MINYAK KELAPA DAN ENDAPAN. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
|
Text
2211109_Muhammad Rizki Saputra.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Minyak kelapa mentah (Crude Coconut Oil/CCO) masih mengandung fosfolipid, gum, dan berbagai pengotor yang dapat menurunkan kualitas minyak. Proses degumming menggunakan asam fosfat merupakan salah satu metode pemurnian yang bertujuan menghilangkan pengotor tersebut melalui pembentukan endapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi asam fosfat dan temperatur terhadap kualitas minyak kelapa yang ditinjau dari kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) serta jumlah endapan yang dihasilkan selama proses degumming.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi konsentrasi asam fosfat sebesar 0,02%, 0,03%, dan 0,04%, serta variasi temperatur pemurnian 90°C, 100°C, dan 110°C. Proses degumming dilakukan selama 10 menit menggunakan asam fosfat 85%. Parameter yang diamati meliputi kadar FFA dan berat endapan yang terbentuk setelah proses pemurnian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam fosfat dan temperatur berpengaruh terhadap kualitas minyak kelapa dan jumlah endapan. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi asam fosfat 0,04% dan temperatur 90°C yang menghasilkan kadar FFA terendah sebesar 20,56% dan jumlah endapan tertinggi sebesar 7.460 gram. Peningkatan temperatur hingga 110°C menyebabkan penurunan jumlah endapan dan peningkatan kadar FFA akibat terjadinya degradasi termal serta fenomena redissolution pada gum yang telah terbentuk. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi asam fosfat dan temperatur berperan penting dalam menentukan efektivitas proses degumming. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan asam fosfat 0,04% pada temperatur 90°C merupakan kondisi optimum dalam proses degumming minyak kelapa. Namun, kadar FFA hasil penelitian masih berada di atas batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI 3741:2013 sehingga diperlukan proses pemurnian lanjutan seperti netralisasi untuk menghasilkan minyak yang memenuhi standar mutu nasional.
| Item Type: | Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | MUHAMMAD RIZKI SAPUTRA (2211109) |
| Uncontrolled Keywords: | minyak kelapa, degumming, asam fosfat, temperatur, FFA, endapan |
| Subjects: | Engineering > Mechanical Engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi) |
| Depositing User: | Muhammad Rizki Saputra |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:41 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:41 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
