PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK SAMBUNGAN LAS DISSIMILAR BAJA ASTM A36 DAN AISI 1020

HARDIANSYAH, LALU MUH PRAYUGA (2026) PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK SAMBUNGAN LAS DISSIMILAR BAJA ASTM A36 DAN AISI 1020. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
2211026 _ LALU MUH PRAYUGA HARDIANSYAH.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Sambungan las dissimilar antara baja ASTM A36 dan AISI 1020 banyak ditemui dalam fabrikasi struktur kendaraan karena kedua material tersebut sering digunakan secara bersamaan dengan pertimbangan efisiensi biaya dan ketersediaan material. Perbedaan komposisi kimia dan sifat termal keduanya menjadikan pengendalian parameter pengelasan, khususnya arus, sebagai faktor kritis yang menentukan kualitas sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan SMAW terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan impak sambungan las dissimilar baja ASTM A36 dan AISI 1020, serta menentukan variasi arus yang menghasilkan sifat mekanik paling optimal. Metode yang digunakan adalah pengelasan SMAW dengan elektroda E7016 (LB-52) berdiameter 2,6 mm, menggunakan sambungan butt joint kampuh V sudut 60° pada posisi flat (1G). Variasi arus yang diterapkan adalah 70 A, 80 A, dan 90 A, masing-masing dengan tiga spesimen ulangan. Pengujian kekuatan tarik mengacu pada standar ASTM E8/E8M menggunakan Universal Testing Machine (UTM), sedangkan pengujian ketangguhan impak mengacu pada standar ASTM E23 dengan metode Charpy V-Notch. Seluruh pengujian dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Bahan Politeknik Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus berpengaruh signifikan terhadap kedua sifat mekanik dengan tren yang berlawanan. Kekuatan tarik (UTS) tertinggi diperoleh pada arus 70 A sebesar 323,458 MPa, menurun menjadi 306,535 MPa pada arus 80 A (turun 5,23%), dan terendah pada arus 90 A sebesar 299,164 MPa (turun 7,51% dari arus 70 A). Penurunan ini disebabkan oleh perluasan daerah Heat Affected Zone (HAZ) dan pertumbuhan butir (grain growth) akibat heat input yang semakin besar. Sebaliknya, ketangguhan impak meningkat seiring bertambahnya arus: kekuatan impak rata-rata pada arus 70 A sebesar 1,367 J/mm² meningkat menjadi 1,886 J/mm² pada arus 80 A (naik 38,05%), dan mencapai nilai tertinggi 2,245 J/mm² pada arus 90 A (naik 64,23% dari arus 70 A). Seluruh spesimen uji tarik mengalami patah pada daerah base material (ASTM A36), bukan pada daerah las maupun HAZ, yang mengindikasikan kondisi overmatch pada sambungan. Terdapat hubungan trade-off yang nyata antara kekuatan tarik dan ketangguhan impak: arus 70 A optimal untuk aplikasi yang mengutamakan kekuatan tarik statis, arus 90 A optimal untuk aplikasi yang mengutamakan kemampuan menyerap energi benturan, sedangkan arus 80 A merupakan pilihan paling seimbang dengan UTS 306,535 MPa dan energi serap impak 90,507 J.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: LALU MUH PRAYUGA HARDIANSYAH (2211026)
Uncontrolled Keywords: SMAW, Las Dissimilar, ASTM A36, AISI 1020, Kekuatan Tarik, Ketangguhan Impak, Arus Pengelasan, Charpy V-Notch
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: LALU MUH PRAYUGA H
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:16
Last Modified: 12 Aug 2026 03:16
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16387

Actions (login required)

View Item View Item