Analisa Pengaruh Variasi Suhu Pada Pemanasan Thermal Plastik Jenis Polipropilena

Adhipratama, Agastya (2026) Analisa Pengaruh Variasi Suhu Pada Pemanasan Thermal Plastik Jenis Polipropilena. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
Agastya_2211017.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Limbah plastik, khususnya jenis polipropilena (PP), merupakan komponen dominan sampah anorganik di Indonesia yang membutuhkan penanganan khusus. Pemanasan termal merupakan salah satu teknologi konversi yang menjanjikan untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif, namun umumnya dilakukan pada suhu tinggi (350–450°C) yang membutuhkan energi besar dan reaktor berspesifikasi khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pemanasan termal pada rentang suhu rendah, yaitu 100°C, 150°C, dan 200°C, terhadap karakteristik produk konversi plastik PP. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen kuantitatif menggunakan reaktor batch sederhana dengan massa umpan 500 gram, waktu reaksi 60 menit, dan tekanan 3 psi. Setiap variasi suhu diuji tiga kali pengulangan (triplikasi). Parameter yang dianalisis meliputi yield minyak, yield char, nilai kalor (metode bom kalorimeter), dan durasi pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan yield minyak mengikuti pola parabolik, yaitu 47% (100°C), 73% (150°C), dan 58% (200°C), sedangkan yield char menurun signifikan dari 42,8% menjadi 14% lalu 13,4%. Nilai kalor menunjukkan pola berkebalikan, dengan nilai tertinggi pada 100°C (13.018,90 kal/gram), terendah pada 150°C (12.862,35 kal/gram), dan kembali meningkat pada 200°C (12.920,55 kal/gram). Pola serupa juga ditemukan pada durasi pembakaran. Penurunan yield minyak dan perubahan kualitas pada suhu 200°C disebabkan oleh cracking sekunder ringan yang mengubah fraksi minyak menjadi gas non-kondensabel. Berdasarkan keseimbangan antara kuantitas dan kualitas, suhu 200°C direkomendasikan sebagai kondisi operasi terbaik karena memberikan kombinasi optimal antara yield yang masih tinggi dan kualitas energi yang seimbang. Minyak hasil pemanasan termal PP menunjukkan potensi awal yang menjanjikan sebagai bahan bakar alternatif.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Agastya Adhipratama (2211017)
Uncontrolled Keywords: polipropilena, pemanasan termal, variasi suhu, yield minyak, nilai kalor, bahan bakar alternatif
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: Agastya Adhipratama
Date Deposited: 19 Aug 2026 14:29
Last Modified: 19 Aug 2026 14:29
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16442

Actions (login required)

View Item View Item