PENGARUH CUTTING SPEED TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1008 HASIL PROSES FIBER LASER CUTTING

Putra, Satria Eka (2026) PENGARUH CUTTING SPEED TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1008 HASIL PROSES FIBER LASER CUTTING. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.

[img] Text
2211082_SATRIA EKA PUTRA.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi cutting speed pada proses fiber laser cutting terhadap perubahan kekerasan dan struktur mikro baja AISI 1008 tebal 6 mm. Tujuan utama adalah mengetahui bagaimana variasi kecepatan potong memengaruhi distribusi kekerasan pada jarak tertentu dari garis potong (4 mm dan 8 mm) serta perubahan fraksi fasa (ferit dan perlit) yang diamati melalui analisis metalografi dan pengukuran micro‑Vickers. Penelitian dilakukan dengan menjaga parameter lain konstan (daya laser 1200 W dan tekanan gas 2 bar) dan menggunakan variasi cutting speed 700, 800, 900, 1000, dan 1100 mm/min. Sampel dipersiapkan melalui sectioning, pengamplasan, pemolesan, dan etsa dengan Nital 5% sebelum pengamatan struktur mikro pada pembesaran 1000× dan pengukuran kekerasan micro‑Vickers pada titik 4 mm dan 8 mm dari tepi potong. Hasil menunjukkan bahwa proses fiber laser cutting menyebabkan peningkatan kekerasan lokal dibanding kondisi awal (rata‑rata ~79,9 HV sebelum perlakuan), dengan nilai kekerasan pada titik 4 mm umumnya lebih tinggi dibanding titik 8 mm untuk setiap variasi kecepatan, yang mengindikasikan terbentuknya zona terpengaruh panas (HAZ) terlokalisasi. Nilai kekerasan rata-rata meningkat secara konsisten seiring kenaikan cutting speed pada seluruh variasi yang diuji, dari ~91,6 HV pada 700 mm/min hingga mencapai nilai tertinggi ~123,2 HV pada 1100 mm/min (jarak 4 mm).Analisis struktur mikro menggunakan ImageJ memperlihatkan perubahan komposisi fasa: fraksi ferit dan perlit bervariasi antar kondisi dan jarak; sebelum perlakuan ferit ~73,65% dan perlit ~26,35%, sedangkan setelah pemotongan fraksi ferit berkisar antara ~54,59%–81,34% tergantung kecepatan dan jarak. Perubahan ini menunjukkan bahwa siklus pemanasan–pendinginan lokal akibat laser dapat mengubah morfologi dan distribusi fasa sehingga memengaruhi kekerasan. Pembahasan mengaitkan fenomena tersebut dengan input panas linier yang dipengaruhi cutting speed: cutting speed rendah memperpanjang durasi eksposur panas sehingga potensi pembentukan HAZ lebih besar, sedangkan cutting speed tinggi mengurangi input panas per satuan panjang namun dapat menghasilkan pendinginan yang lebih cepat sehingga memicu pengerasan melalui halusnya ukuran butir atau pembentukan fasa yang lebih keras pada zona terdekat. Berdasarkan definisi operasional cutting speed optimal (kekerasan dan fraksi struktur mikro paling mendekati base metal), cutting speed 700 mm/min merupakan parameter paling optimal pada rentang yang diuji (700–1100 mm/min), karena menghasilkan deviasi kekerasan dan fraksi fasa perlit paling kecil terhadap kondisi awal material dibandingkan variasi cutting speed yang lebih tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Satria Eka Putra (2211082)
Uncontrolled Keywords: fiber laser cutting, cutting speed, AISI 1008, kekerasan micro-Vickers, struktur mikro, HAZ
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: Septiani Rosydah
Date Deposited: 26 Aug 2026 06:28
Last Modified: 26 Aug 2026 06:28
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16483

Actions (login required)

View Item View Item