SAPUTRA, DITYANDA RANGGA (2026) ANALISIS SPASIAL DAMPAK PENETAPAN LAHAN BAKU SAWAH TERHADAP INVESTASI DAN EKONOMI WILAYAH DI KABUPATEN TULUNGAGUNG. Skripsi thesis, INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG.
|
Text
BAGIAN AWAL.pdf Download (635kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (791kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (498kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (496kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (828kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
Lampiran (2).pdf Download (142kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Download (469kB) |
Abstract
Perkembangan aktivitas investasi dan kebutuhan ruang pembangunan menimbulkan tekanan terhadap keberadaan lahan sawah, terutama pada wilayah yang mengalami pertumbuhan kawasan perkotaan. Kabupaten Tulungagung merupakan wilayah dengan basis pertanian yang cukup kuat, namun pada saat yang sama menunjukkan perkembangan aktivitas investasi yang terkonsentrasi pada pusat perkotaan dan wilayah penyangganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial LBS dan aktivitas investasi, mengidentifikasi tingkat konflik pemanfaatan ruang, serta mengkaji implikasinya terhadap ekonomi wilayah Kabupaten Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif yang dipadukan dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan melalui pemetaan distribusi, overlay antara sawah eksisting sebagai proksi LBS, LP2B, rencana pola ruang RTRW, penggunaan lahan eksisting dan aktivitas investasi, klasifikasi konflik dengan skoring komposit, analisis deskriptif ekonomi wilayah, regresi linear, serta analisis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan luas sawah eksisting sebesar 32.154,60 hektare, terdiri atas 25.052,66 hektare sawah irigasi dan 7.101,94 hektare sawah tadah hujan, sedangkan 39.416 data izin usaha terkonsentrasi terutama di Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru, dan Boyolangu serta didominasi usaha mikro sebesar 90,3%. Kesenjangan perlindungan menunjukkan 52,4% sawah eksisting belum berstatus LP2B resmi, dan 4.892,21 hektare sawah telah direncanakan sebagai zona permukiman dalam RTRW. Selain itu, teridentifikasi 34 kasus investasi yang berada atau bersinggungan dengan zona LSD/LP2B, dengan 25 kasus atau 73,5% telah terbangun dan sebagian besar berupa perumahan. Berdasarkan hasil klasifikasi konflik, tujuh kecamatan termasuk kategori konflik tinggi, yaitu Ngantru, Sendang, Boyolangu, Tulungagung, Sumbergempol, Kedungwaru, dan Karangrejo. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dampak penetapan LBS terhadap investasi dan ekonomi wilayah bersifat terdiferensiasi. Tekanan terhadap LBS lebih nyata berasal dari investasi menengah-besar yang berbasis lahan luas dibandingkan usaha mikro yang tersebar mengikuti aglomerasi penduduk. Oleh karena itu, pengendalian pemanfaatan ruang perlu diarahkan pada sinkronisasi LBS/LP2B dengan RTRW, penguatan perlindungan lahan sawah, serta pengaturan investasi berdasarkan karakteristik konflik setiap kecamatan untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian dan pembangunan ekonomi wilayah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lahan Baku Sawah, investasi, konflik pemanfaatan ruang, ekonomi wilayah, analisis spasial, Kabupaten Tulungagung. |
| Subjects: | Engineering > Area Planing Engineering (PWK) |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S1 > Teknik Perencanaa Wilayah dan Kota (PWK)(Skripsi) |
| Depositing User: | DITYANDA RANGGA SAPUTRA |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 01:46 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 01:46 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16578 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
