PAMUNGKAS, BAKTIO (2026) PENGARUH PUTARAN PENGADUK PADA PROSES DEGUMMING DAN TEMPERATUR PADA PEMURNIAN MINYAK KELAPA TERHADAP KUALITAS MINYAK KELAPA DAN ENDAPAN. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
|
Text
BAKTIO PAMUNGKAS_2211038.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Crude Coconut Oil (CCO) merupakan minyak kelapa mentah yang masih mengandung gum, fosfolipid, dan asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) sehingga memerlukan proses pemurnian (degumming) untuk meningkatkan kualitas minyak. Efektivitas proses degumming dipengaruhi oleh kondisi operasi, terutama putaran pengaduk dan temperatur yang berperan dalam proses pencampuran reaktan serta pembentukan endapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi putaran pengaduk dan temperatur terhadap kadar FFA dan jumlah endapan pada proses degumming minyak kelapa serta menentukan kombinasi kondisi operasi yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi putaran pengaduk 300 rpm dan 400 rpm serta temperatur 90°C, 100°C, dan 110°C. Proses degumming dilakukan menggunakan asam fosfat 85% dengan konsentrasi 0,04% selama 10 menit pada mesin refinery berkapasitas 1 ton. Parameter yang diamati meliputi kadar FFA dan jumlah endapan hasil pemurnian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan putaran pengaduk dari 300 rpm menjadi 400 rpm meningkatkan efektivitas proses degumming yang ditunjukkan oleh penurunan kadar FFA dan peningkatan jumlah endapan pada seluruh variasi temperatur. Nilai FFA terendah sebesar 20,56% diperoleh pada kombinasi putaran pengaduk 400 rpm dan temperatur 90°C, sedangkan nilai FFA tertinggi sebesar 21,65% diperoleh pada putaran 300 rpm dan temperatur 110°C. Jumlah endapan tertinggi sebesar 7.460 gram diperoleh pada kombinasi 400 rpm dan 90°C, sedangkan jumlah endapan terendah sebesar 3.100 gram diperoleh pada kombinasi 300 rpm dan 110°C. Peningkatan temperatur hingga 110°C menyebabkan kadar FFA meningkat dan jumlah endapan menurun sehingga menurunkan efektivitas proses degumming. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa putaran pengaduk dan temperatur berpengaruh terhadap kualitas minyak kelapa hasil proses degumming, dengan kondisi operasi optimum diperoleh pada putaran pengaduk 400 rpm dan temperatur 90°C karena menghasilkan kadar FFA terendah dan jumlah endapan tertinggi dibandingkan variasi perlakuan lainnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | BAKTIO PAMUNGKAS (2211038) |
| Uncontrolled Keywords: | Crude Coconut Oil, degumming, putaran pengaduk, temperatur, FFA, endapan |
| Subjects: | Engineering > Mechanical Engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi) |
| Depositing User: | Baktio Pamungkas |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 02:44 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 02:44 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16651 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
