Tegsu Syahputra, Athoriqin (2026) Analisa Penyebab Kerusakan Ban Scrap untuk Merancang Rekomendasi Perbaikan Ban pada Alat Berat di PT ZGA. Tesis thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
Abstract
Pertambangan batu bara dengan sistem terbuka (open pit) menggunakan haul truck yang merupakan unit wheel sebagai alat angkut material hasil tambang dari front loading menuju dumping point dengan biaya operasional 50% - 60%. Perawatan ban OTR yang tidak optimal dapat mengakibatkan kerusakan dengan dampak: mengurangi umur pakai dan meningkatkan biaya operasional, sehingga target yang telah ditentukan dalam bentuk KPI tidak tercapai. Biaya operasional penggunaan ban menempati urutan kedua dalam industri pertambangan. Biaya ban terbuang pada penelitian ini mencapai Rp. 1.383.090.656,87 akibat terjadinya premature scrap dengan 12 jenis kerusakan ban scrap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktor penyebab kerusakan ban berdasarkan jenis kerusakannya untuk meningkatkan masa pakai ban dan mengurangi biaya operasional di industri pertambangan terbuka. Penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan analisis Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data diperoleh dari laporan internal, studi pustaka, kuesioner responden ahli, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tim tyre. FTA mengidentifikasi lima faktor penyebab ban scrap yaitu tyre awareness operator kurang (8%), habit operator (6%), mengejar target produksi (4%), tyre awareness tyreman kurang (4%), dan ketersediaan unit (4%) dari 121 faktor penyebab. Terdapat 11 dari 12 jenis kerusakan didominasi oleh tyre awareness operator kurang. Analisis FMEA dengan nilai RPN tertinggi yaitu kerusakan Inner Liner Separation sebesar 343. Rekomendasi perbaikan yang dirancang untuk mengurangi terjadinya kerusakan ban Inner Liner Separation khususnya menghindari terjadinya premature scrap yaitu meningkatkan perawatan tekanan angin pada ban agar sesuai standar dan perhitungan, meningkatkan perawatan rim dan komponen, pengoperasian unit yang baik, dan meningkatkan housekeeping/perawatan area kerja. Pencapaian umur pakai ban tidak hanya menjadi tanggung jawab tim tyre akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama semua departemen. Kata kunci: awareness, FMEA, FTA, OTR, RCM, RPN, tyre.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | Athoriqin Tegsu Syahputra (24111012) |
| Uncontrolled Keywords: | Awareness, FMEA, FTA, OTR, RCM, RPN, Tyre. |
| Subjects: | Engineering > Industrial Engineering |
| Divisions: | Program Pasca Sarjana > Teknik Industri S2 > Teknik Industri S2(Tesis) |
| Depositing User: | Athoriqin Tegsu Syahputra Athoriqin Tegsu Syahputra |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:22 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:22 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
