PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN BAKTERI BACILLUS SUBTILIS UNTUK MENINGKATKAN PARAMETER TANAH LEMPUNG BERPASIR (SANDY LOAM) TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH

VYOLINZA, ELGA (2026) PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN BAKTERI BACILLUS SUBTILIS UNTUK MENINGKATKAN PARAMETER TANAH LEMPUNG BERPASIR (SANDY LOAM) TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH. Skripsi thesis, INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG.

[img] Text
Cover TA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (98MB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (246kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (860kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi (ASP) dan bakteri Bacillus subtilis melalui proses Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) terhadap perbaikan sifat tanah lempung dari Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Tanah lempung dikenal berdaya dukung rendah dan memiliki sifat kembang susut besar, sehingga kurang ideal sebagai dasar konstruksi. Eksperimen dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah ITN Malang dengan variasi ASP 5%, 10%, 15%, dan 20%, bakteri MICP 6%, serta masa pemeraman 3, 7, 14, dan 28 hari. Pengujian meliputi batas Atterberg, Direct Shear Test, dan Unconfined Compression Strength (UCS). Hasilnya, penambahan ASP menurunkan batas cair dan indeks plastisitas hingga 43,10% pada variasi 20% dengan pemeraman 28 hari, serta meningkatkan berat jenis, batas plastis, dan batas susut. Bakteri Bacillus subtilis menghasilkan kristal kalsium karbonat (CaCO₃) yang menyemen butiran tanah, sehingga kekuatan geser meningkat seiring lamanya pemeraman. Kombinasi ASP dan MICP memberikan peningkatan jauh lebih besar dibanding penggunaan salah satunya, dengan tegangan geser maksimum 1,189 kg/cm² (naik 223,10% dari kontrol) pada MICP 6% + ASP 10% dengan pemeraman 14 hari. Kondisi optimum dicapai pada ASP 10%, MICP 6%, dan pemeraman 14–28 hari. Dengan demikian, kombinasi ini efektif dan ramah lingkungan sebagai metode stabilisasi tanah lempung untuk konstruksi. Kata Kunci: tanah lempung, abu sekam padi, Bacillus subtilis, MICP, kuat geser, stabilisasi tanah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: tanah lempung, abu sekam padi, Bacillus subtilis, MICP, kuat geser, stabilisasi tanah
Subjects: Engineering > Civil Engineering
Divisions: Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Sipil S1 > Teknik Sipil S1(Skripsi)
Depositing User: Elga vyolinza
Date Deposited: 15 Oct 2026 07:16
Last Modified: 15 Oct 2026 07:16
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16769

Actions (login required)

View Item View Item