KARAKTERISASI LAPISAN HASIL PROSES NITRIDISASI PADA BESI TUANG KELABU DENGAN TEMPERATUR 6500C DAN WAKTU PENAHANAN SELAMA 1 JAM, 2 JAM, 3 JAM

Darmaputra, Sussetyo (2020) KARAKTERISASI LAPISAN HASIL PROSES NITRIDISASI PADA BESI TUANG KELABU DENGAN TEMPERATUR 6500C DAN WAKTU PENAHANAN SELAMA 1 JAM, 2 JAM, 3 JAM. Skripsi thesis, Institut Teknologi Malang.

[img] Text
bagian awal.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (189kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (647kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (525kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (105kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (187kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (3MB)
[img] Text
jurnal.pdf

Download (641kB)

Abstract

Besi cor kelabu, jenis cor ini sering dipakai karena memiki banyak kelebihan.Kelebihan tersebut adalah mudah dituang atau dicor menjadi bentuk yang rumit, mudah dilakukan proses permesinan, tahan aus karena grafit dapat berfugsi sebagai pelumas, mempunyai kemampuan meredam getaran yang tinggi, mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, sifat ketahan korosinya baik dibandingkan dengan baja kontruksi biasa. Spesimen yang sebelum proses diperoleh kekerasan tertinggi yaitu 284,4 HV dengan kedalaman 30 μm, setelah diproses nitridisasi dengan temperatur 6500C dengan holding 1,2, dan 3 jam, maka didapat kekerasan tertinggi sebesar 277,2 HV, 261,1 HV, 273,4 HV Kekerasan naik pada holding 1 jam itu disebabkan karena reaksi kimia antara nitrogen dengan spesimen sehingga konsentrasi nitrogen pada permukaan spesimen yang berasal dari difusi nitrogen akan lebih banyak membentuk lapisan nitride. Pada pengujian spesimen dengan holding 1 jam didapat ketebalan lapisan 10, 20, 30, 40 μm dan ketebalan lapisan pada holding 2 jam mencapai 10, 20, 30 μm dan pada holding 3 jam mencapai 10, 20, 30, dan 40 μm. Jarak 30μm menjadi naik dikarenkan lapisan nitrida dan permukaan tepi dari inti tidak merata sehingga lapisan menjadi tidak merata atau bergelombang. Sedangkan pada temperatur 650oC dengan waktu 2 jam ketebalan ditunjukan hanya sampai pada 30 μm dan pada 40 μm, garis grafik mengalami kenaikan dikarenakan lapisan nitrida dan permukaan tepi dari inti tidak merata sehingga lapisan menjadi bergelombang. Struktur mikro diperoleh dari hasil metalografi row material dan spesimen yang sesudah mengalami proses nitridisasi. Hasil dari struktur mikro sudah terlihat grafit berbentuk serpih keabu-abu an dan terlihat adanya sedikit korosi dikarenakan spesimen belum dilakukan proses

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Engineering > Mechanical Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Mesin S1 > Teknik Mesin S1(Skripsi)
Depositing User: Handoyo Eka
Date Deposited: 08 Feb 2020 04:21
Last Modified: 08 Feb 2020 04:29
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/4614

Actions (login required)

View Item View Item