SYAHDHIKA, MUHAMMAD (2026) MUSEUM MOTOR DI KOTA MALANG. Tugas Akhir thesis, ITN MALANG.
Abstract
Pembangunan Museum Motor di Kota Malang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas yang mengedukasi dan mengapresiasi sejarah otomotif, khususnya motor klasik, custom, dan listrik. Proyek ini dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran dan pelestarian budaya otomotif sekaligus mendukung identitas Kota Malang sebagai kota kreatif dan pendidikan. Melalui koleksi motor klasik yang merepresentasikan perkembangan teknologi dan gaya hidup dari berbagai era, museum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan generasi muda mengenai sejarah otomotif, teknik restorasi, desain kendaraan, serta inovasi teknologi ramah lingkungan yang diwakili oleh motor listrik. Museum ini mengusung tema arsitektur modern dengan pendekatan "form follows function" yang dipopulerkan oleh Louis Henry Sullivan. Konsep ini menekankan bahwa bentuk bangunan harus mengikuti fungsi, menciptakan ruang yang efisien, estetis, dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Dengan metode programmatic force, museum dirancang untuk memadukan fungsi, konteks, dan pengalaman pengguna guna menciptakan ruang yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga efektif dalam mendukung edukasi, konservasi, dan interaksi sosial. Sebagai bangunan dengan kategori museum khusus, fasilitas ini fokus pada tema kendaraan bermotor dalam aspek Sejarah dan teknologi,. Museum motor dirancang untuk menghadirkan pameran interaktif yang mendalam, seperti perkembangan desain motor, inovasi teknologi otomotif, serta peran motor dalam kehidupan masyarakat. Koleksi yang ditampilkan mencakup berbagai jenis motor dari masa lalu hingga masa depan, memberikan gambaran menyeluruh mengenai evolusi kendaraan roda dua sebagai salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan di dunia. Santoso (2010) menyoroti peran sepeda motor sebagai solusi mobilitas di kawasan urban, yang relevan dalam konteks edukasi museum ini. Struktur bangunan museum dirancang untuk mendukung efisiensi ruang dan pencahayaan alami, dengan memanfaatkan material seperti baja dan kaca. Kaca berfungsi sebagai elemen pencahayaan yang memungkinkan sinar matahari masuk ke atrium, menciptakan suasana terang dan ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan tetapi juga memberikan pengalaman ruang yang modern dan inovatif. Sebagai bagian dari pengembangan arsitektur modern, Museum Motor di Kota Malang diharapkan menjadi destinasi wisata edukatif yang mendukung interaksi sosial dan apresiasi budaya otomotif. Dengan mengintegrasikan aspek teknologi, desain, dan sejarah dalam satu fasilitas, museum ini memiliki potensi untuk menjadi pusat pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Kota Malang di tingkat nasional dan internasional.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Additional Information: | muhammad syahdhika suryanto (2122010) |
| Uncontrolled Keywords: | Museum Motor,Arsitektur Modern,Edukasi dan Konservasi budaya otomotif |
| Subjects: | Engineering > Architectural Engineering |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Arsitektur S1 |
| Depositing User: | muhammad syahdhika suryanto |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 05:15 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 05:15 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16457 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
