Pengaruh Stretching terhadap Mental workload Pengemudi Mobil Angkutan Kota

Hutabarat, Julianus (2016) Pengaruh Stretching terhadap Mental workload Pengemudi Mobil Angkutan Kota. SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN APLIKASI TEKNOLOGI DI INDUSTRI (SENIATI). pp. 1-6. ISSN 2085-4218

[img] Text
110-73-216-1-10-20161211.pdf

Download (647kB)
[img] Text (Uji turnitin)
Pengaruh Strtching terhadap terhadap Mental worload pengemudi mobil angkutan kota.pdf

Download (4MB)
[img] Text (Peer review)
Pengaruh strching terhadap mental.pdf

Download (1MB)

Abstract

Abstrak : Jenis pekerjaan pada pengemudi mobil angkutan kota meliputi physical task dan mental task. Physical task berkaitan dengan ketrampilan dan kemampuan menjalankan kendaraan. Mental task berkaitan dengan konsentrasi dan kemampuan mengendalikan serta kecepatan respon terhadap informasi visual, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan seringkali disebabkan karena faktor kelelahan fisik dan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meguji pengaruh Stretching terhadap beban kerja mental para pengemudi mobil angkutan kota. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan melibatkan para pengemudi mobil angkutan kota sejumlah 30 orang dengan jenis kelamin laki-laki yang memiliki usia antara 25 sampai dengan 65 tahun, rute jalan yang dilalui memiliki tingkat kepadatan lalulintas rata-rata sekitar 2 meter per detik. Stretching yang digunakan memiliki 6 jenis gerakan, satu hari dilakukan 2 kali yaitu jam 10 pagi dan jam 2 siang masing-masing dilakukan selama 10 menit meliputi 5 menit stretching dan 5 menit istirahat. Pengukuran mental workload menggunakan Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) score dan pengolahan data menggunakan Microsoft Office Excel 2007, SPSS V.17 dan software Subjective Workload Assessment Technique (SWAT), version 3.1., 1996, Dayton, Ohio. Hasil penelitian didapatkan bahwa aktifitas 3 (act.3) mengendalikan mobil terhadap lalu lintas dan cuaca, dan aktifitas 4 (act.4) mencari penumpang merupakan aktifitas yang paling tinggi nilai SWAT nya. Pemberian stretching akan mengakibatkan terjadinya penurunan mental workload sekitar 4 % pada jam 10 pagi dan 25 % pada jam 2 siang Kesimpulan: Pemberikan stretching saat rest break memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan mental workload terutama pada siang hari Kata Kunci: Stretching, Mental Workload

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Stretching, Mental Workload
Subjects: Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Program Pasca Sarjana > Teknik Industri S2
Depositing User: SAP Haning Tri Novianti
Date Deposited: 30 Jul 2019 02:12
Last Modified: 04 Feb 2020 05:43
URI: http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/3684

Actions (login required)

View Item View Item