Syahranie, Wilona Deva Kaulika Putri (2026) Kajian Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Penambahan Abu Daun Bambu dan Bakteri Bacillus Sebagai Upaya Peningkatan Karakteristik Tanah. Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
|
Text
2021010_COVER FIX.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
2021010_BAB 1.pdf Download (314kB) |
|
|
Text
2021010_BAB 2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2021010_BAB 3.pdf Download (811kB) |
|
|
Text
2021010_BAB 4.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
2021010_BAB 5.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
2021010_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
2021010_LAMPIRAN.pdf Download (807kB) |
Abstract
Kajian Stabilisasi Tanah Lempung dengan Penambahan Abu Daun Bambu dan Bakteri Bacillus subtilis Sebagai Upaya Peningkatan Karakteristik Tanah Oleh : Wilona Deva K.P.S. (20.21.010). Pembimbing I : Ir. Eding Iskak Imananto, MT. Pembimbing II : Eri Andrian Yudianto, ST., MT. Program Studi Teknik Sipil S1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Malang. Tanah lempung memiliki karakteristik plastisitas tinggi, daya dukung rendah, serta sifat kembang-susut yang dipengaruhi oleh perubahan kadar air, sehingga sering menimbulkan permasalahan pada konstruksi sipil. Upaya stabilisasi tanah umumnya menggunakan bahan kimia konvensional yang berdampak kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji alternatif stabilisasi tanah lempung berbasis material alami dan biologis melalui kombinasi abu daun bambu dan bakteri Bacillus subtilis dengan metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) sebagai upaya peningkatan karakteristik fisik dan mekanik tanah. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi penambahan abu daun bambu sebesar 0%, 6%, dan 9% dari berat tanah kering, serta penambahan bakteri Bacillus subtilis sebesar 6%. Seluruh sampel dilakukan pemeraman selama 3, 7, 14, dan 28 hari. Pengujian sifat fisik meliputi kadar air, berat jenis, batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI). Sementara itu, sifat mekanik tanah dianalisis melalui uji Direct Shear, Triaxial Compression (UU), dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Data hasil pengujian dianalisis untuk mengevaluasi pengaruh variasi campuran dan waktu pemeraman terhadap perubahan karakteristik tanah lempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi abu daun bambu dan bakteri Bacillus subtilis mampu menurunkan nilai indeks plastisitas serta meningkatkan parameter kuat geser tanah lempung secara signifikan. Peningkatan karakteristik tanah paling optimal diperoleh pada penambahan abu daun bambu sebesar 9% dengan masa pemeraman 14 hari, khususnya pada nilai tegangan geser dan kohesi. Temuan ini menunjukkan bahwa metode stabilisasi kombinasi kimia-biologis berbasis abu daun bambu dan Bacillus subtilis berpotensi menjadi alternatif perbaikan tanah lempung yang efektif, ramah lingkungan, dan aplikatif pada konstruksi di wilayah dengan permasalahan tanah lempung. Kata Kunci: Tanah lempung, abu daun bambu, Bacillus subtilis, MICP, stabilisasi tanah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tanah lempung, abu daun bambu, Bacillus subtilis, MICP, stabilisasi tanah |
| Subjects: | Engineering > Civil Engineering |
| Divisions: | Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Sipil S1 > Teknik Sipil S1(Skripsi) |
| Depositing User: | Mr Sayekti Aditya Endra |
| Date Deposited: | 11 May 2026 05:55 |
| Last Modified: | 11 May 2026 05:55 |
| URI: | http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/16211 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
